Jarak tempuh mobil listrik terus membaik, tetapi kebiasaan dan kondisi tertentu tetap dapat menguras baterai dengan cepat. Berkendara cepat di jalan tol, membawa beban berlebih, cuaca panas, dan penggunaan AC semuanya dapat memangkas jarak tempuh mobil listrik Anda, dan memahami faktor-faktor ini adalah kunci untuk memanfaatkannya secara maksimal.
Jarak tempuh maksimum kendaraan listrik terus meningkat. Menurut Recurrent, lembaga pemantau kendaraan listrik, rata-rata jarak tempuh nyata model tahun 2026 naik menjadi 325 mil, meski angka tersebut sedikit tertahan oleh pergeseran pasar ke truk dan SUV yang kurang efisien. Model seperti Lucid Air, Chevrolet Silverado EV, dan BMW i3 dapat menempuh jauh lebih dari 400 mil dalam sekali pengisian. Waktu pengisian daya juga semakin singkat, dengan banyak pengemudi yang dapat menambah jarak tempuh 100 mil dalam waktu kurang dari 10 menit berkat arsitektur 800-volt, manajemen termal yang lebih baik, dan kurva pengisian yang datar.
Namun, tidak semua perjalanan sama. Kecepatan, cuaca, berat kendaraan, dan AC dapat berdampak besar pada penggunaan energi. Berbeda dengan mobil bensin, mengendarai mobil listrik secara inheren menguras baterai, dan mobil listrik menghabiskan dayanya lebih cepat di jalan tol dibandingkan di lalu lintas yang sering berhenti. Kecepatan tinggi, akselerasi mendadak, hambatan aerodinamis, dan gesekan ban semuanya membutuhkan lebih banyak energi. Berkendara di jalan tol juga tidak memanfaatkan pengereman regeneratif, yang dapat memperpanjang umur baterai hingga 20%.
Iklim merupakan faktor besar lainnya. AC dapat menguras beberapa mil jarak tempuh setiap jam, dan penggunaan pemanas memberikan dampak yang serupa. Sebuah studi Recurrent tahun 2025 menemukan bahwa jarak tempuh mobil listrik dapat turun hampir sepertiga ketika suhu turun di bawah titik beku, sementara suhu yang mencapai 100 derajat Fahrenheit memangkas jarak tempuh sekitar 18%. Berat muatan dan penumpang juga mengurangi jarak tempuh operasional.
Pengemudi dapat memaksimalkan jarak tempuh dengan menyingkirkan beban yang tidak perlu dari bagasi dan membatasi penggunaan pengatur iklim. Kebiasaan sederhana seperti ini dapat membantu mobil listrik yang performanya kurang optimal kembali ke kondisi terbaiknya tanpa perlu mengganti baterai.
Sumber: Engadget · Diringkas oleh HeadlinesBriefing