HeadlinesBriefing favicon HeadlinesBriefing.com

Lucid bermitra dengan Bolt untuk 25.000 robotaxi di Eropa

Financial Times Companies •
×

Lucid bermitra dengan platform ride-hailing Bolt untuk meluncurkan armada setidaknya 25.000 robotaxi di Eropa, sebuah kesepakatan yang oleh produsen mobil listrik yang sedang berjuang disebut sebagai langkah penting menuju stabilisasi keuangan. Rencana ini merupakan yang paling ambisius hingga saat ini untuk meluncurkan taksi otonom dalam skala besar di Eropa, di mana penerapan tertinggal dari Amerika Serikat dan Tiongkok. Kesepakatan ini terjadi setelah Uber setuju untuk membeli setidaknya 35.000 mobil Lucid untuk jaringan robotaxi-nya, yang kemungkinan akan menelan biaya minimal 2 miliar dolar AS. Uber setuju untuk mengambil saham senilai 300 juta dolar AS dalam grup mobil milik Arab Saudi pada bulan Juli tahun lalu sebelum memperluas kesepakatan pada bulan April.

Robotaxi telah menjadi elemen kunci dalam upaya Lucid untuk mencari sumber pendapatan baru dan kembali meraih keuntungan, karena perusahaan kehilangan ratusan ribu dolar per mobil yang dijual kepada konsumen. Bolt dan Lucid menolak memberikan ketentuan keuangan transaksi — yang saat ini hanya berupa memorandum of understanding — atau kapan Bolt akan mulai memesan kendaraan Lucid. Namun CEO baru Silvio Napoli mengatakan bahwa Lucid akan bertujuan untuk meluncurkan batch pertama mobil otonom, yang akan dibangun di atas platform EV-nya untuk model terjangkau, secepatnya pada tahun 2028.

Berbeda dengan Uber, Bolt tidak akan mengambil saham di Lucid sebagai bagian dari kesepakatan ini. Saham Lucid anjlok pada pertengahan Juli setelah sebuah laporan yang menyebutkan bahwa Alix Partners sedang memberikan nasihat kepada perusahaan mengenai apakah perusahaan harus mengajukan kebangkrutan atau diambil alih secara privat. Lucid membantah laporan tersebut, tetapi Napoli kemudian mengatakan bahwa ia telah mempekerjakan konsultan tersebut untuk membantu rencana pemulihannya setelah ia mengambil alih sebagai CEO pada bulan Juni.

Perusahaan sejak itu mengungkapkan program pemotongan biaya senilai 1,4 miliar dolar AS dan menunda peluncuran model terjangkau seharga 50.000 dolar AS yang sudah lama ditunggu hingga tahun depan.