HeadlinesBriefing favicon HeadlinesBriefing.com

Druckenmiller kritisi Bessent dengan AI

Wall Street Journal Markets •
×

Wall Street terkejut pada hari Senin ketika Stanley Druckenmiller dengan tajam mengkritik teman dan menteenya Scott Bessent dalam sebuah artikel opini di Wall Street Journal, berpendapat bahwa intervensi Sekretaris Treasury di pasar obligasi AS adalah sebuah kesalahan. Druckenmiller berargumen bahwa pembelian kembali obligasi oleh pemerintah untuk menurunkan yield tidak diperlukan, dengan menyebutkan inflasi tinggi dan utang federal sebagai penyebab nyata kenaikan yield. Halaman opini Wall Street Journal beroperasi secara independen dari redaksinya.

Investor dengan cepat beralih dari keterkejutan terhadap kritik luas Druckenmiller menjadi menanyakan apakah ia menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk menulis artikel tersebut. Setelah pengamat media sosial menjalankannya melalui program deteksi AI, Druckenmiller mengonfirmasi dalam sebuah wawancara bahwa ia memang menggunakan AI untuk membantu menyusun artikel opini tersebut. „Saya agak bangga menggunakan itu,” kata investor berusia 73 tahun. Ia menggambarkan penggunaan alat AI sebagai setara dengan menggunakan penulis pidato atau kalkulator, dan menyebutkan bahwa ia dan kantor keluarganya menggunakan platform utama seperti Claude milik Anthropic, ChatGPT milik OpenAI, Gemini milik Google, dan Perplexity.

Druckenmiller menulis artikel tersebut pada akhir pekan saat sedang berlibut dengan cucunya, setelah minggu yang turbulen di pasar obligasi. Rabu lalu, Departemen Treasury mengumumkan bahwa ia akan paling tidak mengalihkan pembelian kembali obligasi jangka panjang setidaknya dua kali lipat, menyebabkan yield turun tajam sebelum kembali naik. Insiden ini menyoroti perdebatan yang semakin meningkat mengenai penggunaan AI dalam penulisan publik dan apakah pengarang harus mengungkapkan bantuan tersebut.

Entitas Utama: Perusahaan: Wall Street Journal, Anthropic, OpenAI, Google, Perplexity, LinkedIn, Financial Times, Notus | Orang: Stanley Druckenmiller, Scott Bessent, Paul Gigot, Robert Allbritton, Haseeb Qureshi | Lokasi: Washington, D.C., Wall Street

Pertanyaan yang Sering Diajukan: Apakah boleh bagi tokoh publik menggunakan AI untuk menulis artikel opini?

Pendapat sangat beragam. Sementara sebagian melihat AI sebagai alat bantu yang serupa dengan penulis pidato, yang lain mengangkat kekhawatiran mengenai keaslian dan transparansi. Publikasi seperti Financial Times telah mengambil tindakan terhadap penggunaan AI dalam konten opini, sementara yang lain, seperti Wall Street Journal, menilai berdasarkan argumen asli pengarang dan kredibilitasnya.