HeadlinesBriefing favicon HeadlinesBriefing.com

Stanford: Otak Manusia Dua Organ Terpisah

Hacker News •
×

Berabad-abad, ilmuwan memandang otak sebagai satu organ tunggal yang terpadu. Namun penelitian baru yang dipimpin oleh Stanford Medicine mengungkapkan bahwa yang kita sebut otak adalah dua organ berbeda yang berevolusi secara independen selama ratusan juta tahun. Temuan ini membalik model perkembangan otak yang berlaku.

Selama puluhan tahun, peneliti berpegang pada teori bahwa ada satu sel progenitor tunggal pada awal perkembangan yang menimbulkan seluruh otak. Model ini menyiratkan bahwa semua bagian otak berbagi asal perkembangan yang sama. Temuan penelitian baru menunjukkan bahwa otak manusia terdiri dari dua sistem saraf kuno yang dikemas dengan cerdas bersama-sama — bagian yang lebih primitif yang mengatur detak jantung kita, pernapasan, dan fungsi lain, dan yang lain yang membuat kita menjadi manusia yang khas, mampu puisi, matematika, dan bertanya tentang asal kita sendiri.

Penemuan ini bisa membantu menjelaskan mengapa ilmuwan berjuang selama puluhan tahun untuk menumbuhkan tipe-tipe sel otak tertentu di laboratorium — dan membuka jalan baru untuk mempelajari penyakit mematikan yang memengaruhi batang otak, seperti amiotrofi spinal (juga dikenal sebagai SMA) dan sklerosis lateral amiotrofik (juga dikenal sebagai ALS atau penyakit Lou Gehrig). Kyle Loh, PhD, profesor asosiat biologi perkembangan di Stanford Medicine, berkata, "Kami telah menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa bagian depan otak muncul dari sel progenitor yang totalmente berbeda dari bagian belakang otak." Loh adalah penulis senior. Mahasiswa pascasarjana Carolyn Dundes dan Rayyan Jokhai adalah ko-penulis pertama penelitian.

Temuan tersebut dipublikasikan di Nature Neuroscience 18 September.