HeadlinesBriefing HeadlinesBriefing.com

Kompleksitas Ekonomi Kekaisaran Romawi

Hacker News •
×

Michele Coscia, peneliti yang sejak lama tertarik pada Kekaisaran Romawi, berniat mengukur kompleksitas ekonominya, yaitu metrik yang dipakai untuk menjelaskan bagaimana ekonomi berkembang. Gagasan itu muncul saat ia mengikuti presentasi Petra Heřmánková, ketika ia menyadari bahwa Kekaisaran Romawi dapat dianalisis dengan alat yang sama seperti yang dipakai untuk ekonomi modern. Tim yang terdiri dari Petra Heřmánková, Matteo Mazzamurro, Tom Brughmans, dan Coscia menerbitkan temuan mereka di jurnal npj Complexity.

Studi ini bergantung pada LIST, atau Latin Inscriptions in Space and Time (Prasasti Latin dalam Ruang dan Waktu), kumpulan prasasti Latin dari Kekaisaran Romawi yang paling lengkap. Setiap prasasti mencantumkan lokasi temuannya dan transkripsi digital. Banyak di antaranya merupakan prasasti pemakaman atau penghormatan, dan banyak yang mencatat profesi almarhum, sehingga memberikan bukti tentang kegiatan ekonomi apa saja yang berlangsung di tiap tempat. Para peneliti mengakui adanya bias yang signifikan dalam bukti ini. Prasasti cenderung mengutamakan pekerjaan berstatus tinggi, laki-laki berjumlah dua kali lipat perempuan, dan petani, yang kemungkinan besar merupakan sebagian besar tenaga kerja, jarang memesan prasasti. Faktor kelestarian benda dan digitalisasi modern menambah distorsi lebih lanjut.

Petra Heřmánková mengerjakan koreksi atas bias-bias tersebut, sementara Matteo Mazzamurro menerapkan analisis untuk memperhitungkannya. Hasilnya berupa perkiraan jumlah orang yang bekerja di setiap pekerjaan dalam setiap provinsi. Latium, tempat Roma berada, menunjukkan variasi pekerjaan terbesar, dan petani merupakan pekerjaan yang paling umum. Pola yang dihasilkan bersifat bersarang, dengan sebagian besar aktivitas terkonsentrasi di kuadran kiri atas peta panas, ciri khas klasik dalam penelitian kompleksitas ekonomi.

Tim juga menjajaki pendekatan alternatif. Karena prasasti memiliki koordinat yang tepat, para peneliti dapat membagi kekaisaran menurut batas geografis apa pun, termasuk batas negara-negara modern. Hal ini memungkinkan mereka membandingkan kompleksitas ekonomi era Romawi dengan perkiraan masa kini untuk wilayah yang sama.

Sumber: Hacker News · Diringkas oleh HeadlinesBriefing