Sebelum bekerja di scaleup fintech Inggris seperti Starling Bank, Oak North, dan Paysend, saya menghabiskan satu dekade di dalam raksasa Big Tech Amerika untuk memecahkan masalah bagi Amazon dan eBay. Saya belajar bahwa di Big Tech, kecepatan dan skala lebih diutamakan daripada kesempurnaan, dan keputusan diambil berdasarkan data, bukan intuisi. Namun, memimpin sebuah startup memerlukan untuk melupakan pola pikir ini: Anda harus bergerak cepat dengan sumber daya terbatas, menerima keraguan, dan mengambil keputusan tanpa informasi yang sempurna.
Di startup, budaya dibangun melalui tindakan harian, bukan melalui perintah top-down, dan kepemimpinan berarti terlibat secara mendalam dalam produk, pelanggan, dan dinamika tim. Saya harus melupakan ketergantungan pada tim besar dan proses yang kompleks, dan sebagai gantinya, fokus pada prioritisasi yang kejam dan kepemilikan langsung. Perubahan terbesar adalah menyadari bahwa di sebuah startup, peran Anda bukan untuk mengelola sistem, tetapi untuk membangunnya dari nol, seringkali dengan tangan sendiri.
Keberhasilan tidak datang dari mengikuti buku petunjuk, tetapi dari beradaptasi dengan cepat, belajar dari kegagalan, dan tetap dekat dengan realitas pengguna dan pasar Anda.
Sumber: Sifted · Diringkas oleh HeadlinesBriefing