HeadlinesBriefing favicon HeadlinesBriefing.com

Tim Pengawas: Aturan Deepfake AI Meta Tidak Cukup

Engadget •
×

Tim Pengawas telah repeatedly mengkritik penanganan Meta terhadap konten yang dihasilkan oleh AI, menyebut aturan perusahaan tersebut 'konsekwen dan secara fundamental tidak cukup'. Dalam dua keputusan terbaru, tim tersebut memeriksa postingan yang berisi video yang dihasilkan oleh AI. Satu kasus meliputi video sintetis realistis seorang politisi Skotlandia yang memberikan pernyataan provokatif tentang pengungsi.

Politisi yang suara direplikasi tersebut menjelaskan efek video tersebut sebagai 'sangat traumatis'. Dalam kasus kedua, video yang dihasilkan oleh AI seorang sukarelawan yang mempromosikan pendidikan kesehatan menstruasi dimanipulasi untuk mengejeknya, dan menjadi viral di seluruh platform media sosial. Meta awalnya menutup laporan dan banding secara otomatis, hanya menghapus komentar pelecehan setelah campur tangan Tim Pengawas.

Tim Pengawas berargumen bahwa kedua video tersebut seharusnya dihapus karena melanggar aturan perilaku membenci dan seharusnya diberi label yang jelas sebagai hasil AI. Setelah keputusan tersebut, Meta menyatakan bahwa akan menghapus postingan spesifik tersebut. Tim Pengawas menekankan bahwa kurangnya konsistensi dalam pelabelan AI menyebabkan kerugian signifikan, dengan menyatakan bahwa deepfake AI semakin digunakan untuk pelecehan dan menyeksa perempuan dari wacana publik.

Co-Ketua Pamela San Martin mencatat bahwa perempuan yang terlibat secara publik secara tidak proporsional menjadi sasaran. Kritik Tim Pengawas tidak mengejutkan mengingat sejarahnya yang terus mendorong aturan baru, sementara Meta telah melakukan perubahan yang sangat sedikit pada pelabelan AI-nya, yang biasanya hanya terdiri dari sebuah banner kecil 'Info AI'. Meta memiliki 60 hari untuk merespons rekomendasi terbaru.