HeadlinesBriefing favicon HeadlinesBriefing.com

Chevron gandakan produksi Venezuela jadi 600k bpd

New York Times Top Stories •
×

Raksasa minyak AS Chevron menyatakan Rabu lalu ia berencana memperluas signifikan operasinya di Venezuela, langkah lain memperluas sfir pengaruh AS di negara Amerika Selatan itu. Perusahaan berbasis Houston, sudah produsen minyak swasta terbesar Venezuela, berkata akan melipatgandakan produksinya di negara itu lebih dari dua kali lipat dalam lima tahun ke depan jadi 600.000 barel per hari. Itu mewakili lebih dari setengah output Venezuela saat ini. Chevron, yang mendapatkan akses ke area baru di wilayah Orinoco Belt kaya minyak, berencana investasi lebih dari $7 miliar di Venezuela dalam periode itu.

Perusahaan mengumumkan rencananya berapa hari setelah Presiden Trump katakan administrasinya mengejar kemitraan sangat tidak biasa dengan perusahaan minyak lain yang akan memberi pemerintah AS tangan langsung mengekstrak minyak di tanah asing. Kedua deal terpisah, tapi keduanya majuin tujuan Mr. Trump mengeksersaikan kontrol jauh lebih besar atas industri energi Venezuela setelah pasukan AS menangkap pemimpin negara, Nicolás Maduro, di Januari.

Di bawah tekanan administrasi Trump, Venezuela buat perubahan tarik perusahaan AS dan investor asing lain kira-kira dua dekade setelah negara nasionalisasi industri minyak. Di Januari, National Assembly negara vote beri perusahaan asing kontrol jauh lebih besar atas operasi Venezuela mereka. Chevron, baliknya, ekspansi steady di Orinoco Belt, inklusi agree awal tahun ini tukar aset dengan perusahaan minyak negara Venezuela, Petróleos de Venezuela.

Tapi, kemitraan baru administrasi Trump, yang dengan pengusaha Venezuela berpengaruh dan kontroversial, Alejandro Betancourt López, bisa komplikasi posisi Chevron di negara dengan naikkan kompetitor. Keluarga Mr. Betancourt kontrol produsen minyak swasta kedua terbesar Venezuela, North American Blue Energy Partners. Di bawah deal diumumkan administrasi, pemerintah AS terima opsi akuisisi kepemilikan 35 persen di parent company North American Blue Energy Partners.