Ray tracing mensimulasikan pencahayaan, bayangan, dan pantulan yang realistis di game yang mendukung, tetapi membutuhkan daya GPU yang besar. Meskipun konsol generasi baru seperti PS5 dan Xbox Series X menawarkan pengalaman yang cukup baik, PC kelas atas memberikan fitur paling canggih. Bagi gamer dengan perangkat keras yang sudah tua atau standar, mengaktifkan ray tracing sering kali menyebabkan penurunan performa yang parah, sehingga fitur ini menjadi kemewahan yang hanya bisa dinikmati pada perangkat yang kuat.
Teknologi ini bekerja dengan memantulkan sinar untuk menghitung pencahayaan secara akurat, melampaui metode rasterisasi lama dan refleksi screen-space. Namun, biaya performanya cukup besar: pengujian pada 36 game menunjukkan penurunan rata-rata FPS antara 20 hingga 40 persen, dengan beberapa judul seperti Hitman 3 turun hingga 65 persen. Gamer yang menggunakan kartu kelas menengah seperti RTX 3060 atau RX 6600 XT disarankan untuk menonaktifkan fitur ini agar frame rate tetap stabil.
Meskipun NVIDIA DLSS dan frame generation dapat mengurangi sebagian penurunan, kualitas visual yang tinggi harus dibayar dengan gameplay yang kurang mulus, terutama pada judul AAA yang berat. Pada akhirnya, apakah ray tracing layak digunakan sepenuhnya bergantung pada kemampuan perangkat keras pengguna.
Sumber: Engadget · Diringkas oleh HeadlinesBriefing