Brighton & Hove Albion berada di peringkat ketiga Liga Premier dengan salah satu tim tersubur di Eropa, namun Seagulls telah menghabiskan lebih sedikit daripada yang mereka hasilkan dari transfer. Dalam lima tahun terakhir, hanya Everton dan Brighton yang mencatat keuntungan dari belanja transfer. Skuad mereka dipenuhi pemain muda, mencerminkan strategi rekrutmen dan pengembangan klub yang berbasis data.
Direktur olahraga Brighton, Mike Cave, mengatakan kepada BBC Sport bahwa klub memiliki filosofi yang jelas untuk bersaing di liga paling menantang di dunia. Jamestown Analytics milik pemilik klub, Tony Bloom, memungkinkan Brighton memantau performa hampir semua pemain atau pelatih profesional, membantu klub mengidentifikasi talenta dari seluruh dunia dengan efisien dan bergerak cepat di pasar transfer yang kompetitif. Cave mengatakan tidak ada satu metrik tunggal yang dikejar klub; sebaliknya, klub menilai performa dan potensi pemain, dengan evaluasi ulang yang konstan untuk menyempurnakan cara data ditafsirkan.
Cave menegaskan bahwa analisis saja tidak cukup. Brighton juga mengumpulkan informasi tentang karakter, latar belakang, dan kecocokan pemain dengan lingkungan klub, serta menghabiskan banyak waktu untuk memahami individu tersebut. "Pada akhirnya, ini adalah industri manusia," katanya. Cave, yang telah bergabung dengan Brighton sejak 2022 dan dipromosikan menjadi direktur olahraga musim panas ini, menambahkan bahwa penilaian subjektif dan data non-sepak bola memainkan peran besar dalam pengambilan keputusan.
Pasar peminjaman menjadi inti dari rencana ini. Sejak 2018-19, Brighton telah menyepakati lebih dari 20 kesepakatan peminjaman setiap musim, dengan 27 pada musim lalu, dan meminjamkan 16 pemain musim panas ini. Cave menjelaskan bahwa klub mengidentifikasi pemain berpotensi yang belum siap untuk Liga Premier dan menawarkan jalur pengembangan melalui strategi peminjaman serta program tim U-21 mereka.
Sumber: BBC Sport Football · Diringkas oleh HeadlinesBriefing