Sistem saraf burung yang ringkas memungkinkan mereka memproses informasi visual lebih cepat dibandingkan mamalia. Dalam sebuah studi yang menggunakan tugas random-dot-motion, peneliti dari Universitas Tübingen menemukan bahwa gagak hitam menyelesaikan tugas tersebut dengan logika matematika yang sama seperti primata, tetapi dua kali lebih cepat. Gagak, yang tidak memiliki neokorteks, mengandalkan nidopallium caudolateral (NCL), sebuah area otak yang secara fungsional setara dengan korteks prefrontal primata, tetapi tersusun secara berbeda.
Sementara primata membutuhkan 410-600 milidetik untuk merespons, gagak rata-rata hanya membutuhkan 235 milidetik tanpa mengorbankan akurasi. Para peneliti merekam aktivitas 248 neuron di NCL ketika burung-burung itu mematuk target untuk menunjukkan keputusan mereka, dan mendapatkan cacing hongkong sebagai hadiah untuk jawaban yang benar. Studi ini menunjukkan bahwa otak burung, yang berevolusi secara berbeda lebih dari 360 juta tahun lalu, mampu mencapai hasil pengambilan keputusan yang sama dengan otak mamalia, tetapi dengan arsitektur yang lebih efisien.
Sumber: Ars Technica · Diringkas oleh HeadlinesBriefing