Seiring memburuknya hubungan AS, Kanada mulai serius dengan industri peluncurannya sendiri. Kolias, seorang tokoh kunci di sektor ini, mencatat bahwa dari perspektif teknis dan infrastruktur, 90 persen pekerjaan angkat ringan akan dibuang, menjadikannya program yang benar-benar baru. Kesadaran ini mendorong perusahaan untuk mengembangkan roket R-2, kendaraan angkat menengah yang mirip dengan Falcon 9 milik SpaceX, dengan sembilan mesin berbahan bakar metana dan kaki pendaratan untuk penggunaan kembali di masa depan.
Roket ini dapat membawa hingga 12,5 metrik ton ke orbit rendah Bumi, dengan potensi peluncuran pada tahun 2032. Suasana di Kanada marah, mendorong pergeseran menuju kedaulatan. Selama beberapa dekade, Kanada bergantung pada AS untuk pertahanan, terutama dengan membatalkan pesawat pencegat Avro Arrow pada tahun 1959.
Sejak itu, industri kedirgantaraan terpuruk, dengan satelit biasanya diluncurkan dengan roket Amerika. Namun, kedaulatan kembali menjadi tren, dan awal tahun ini, Kanada meluncurkan Strategi Industri Pertahanan yang memprioritaskan peluncuran luar angkasa di antara 10 kemampuan. Kolias melihat geopolitik sebagai peluang fantastis bagi industri Kanada untuk membangun perusahaan yang ambisius.
Ia menekankan untuk menjauh dari gerakan globalis dan menyadari bahwa memiliki nasib sendiri sangat penting dari perspektif pertahanan ekonomi dan kedaulatan. Entitas Kunci: Perusahaan: SpaceX | Orang: Kolias | Lokasi: Kanada, Amerika Serikat.
Sumber: Ars Technica · Diringkas oleh HeadlinesBriefing