Pengembang indie semakin takut membagikan karya mereka karena kloning game AI yang melakukan salinan utuh. Sos Sosowski, pengembang Mc Pixel, mendokumentasikan banyak keluhan dari pengembang indie lain tentang kloning AI yang bersifat preventif. Sosowski mengatakan pengembang berada dalam dilema yang tidak ada jalan keluarnya: "Jangan bagikan game-mu—tidak ada penjualan. Bagikan game-mu—dan game itu akan dicuri," tulisnya. Charlie Greenman, yang memposting kloning game AI dari permainan Tetris berputar milik Holmér, membela tindakannya dengan membandingkannya dengan tradisi menyalin musik dan game. Beberapa orang percaya bahwa menambahkan kompleksitas dan keaslian dapat melindungi dari kloning. Ivan Lago dari Howltide Games menulis: "AI bukan mengkloning game yang sebenarnya. Itu hanya membuat tiruan murah dari sesuatu yang sudah merupakan asset flip." Meski terancam kloning, pengembang tetap bisa membuat versi yang lebih baik. Holmér mencatat: "Tapi sekarang ada keterlibatan yang jauh lebih sedikit, dan saya merasa lebih bebas untuk meluangkan waktu membuat sesuatu yang benar, sesuatu yang baik yang bisa saya banggakan."
FAQ Q: Bagaimana pengembang indie bisa melindungi game mereka dari kloning AI?
FAQ A: Fokus pada menambahkan kompleksitas dan keaslian untuk membedakan game Anda dari kloning sederhana. Seperti yang dicatat Ivan Lago dari Howltide Games, AI biasanya menyalin mekanisme dasar daripada game yang sepenuhnya dikembangkan. Meluangkan lebih banyak waktu untuk mengembangkan visi yang lengkap dapat memberikan perlindungan yang lebih baik daripada terburu-buru masuk pasar terlebih dahulu。
Sumber: Ars Technica · Diringkas oleh HeadlinesBriefing