HeadlinesBriefing favicon HeadlinesBriefing.com

Tupac Shakur 1996 Kematian All Eyez on Me

New York Times Top Stories •
×

Tupac Shakur berada pada puncak kemahiran dan popularitasnya ketika ia tewas berusia 25 tahun pada tahun 1996. Sebelumnya pada tahun tersebut, Tuan Shakur telah merilis album 'All Eyez on Me', album studio ganda lengkap pertama yang dirilis oleh artis hip-hop solo, sebuah penawaran landmark yang mengangkatnya dari seorang artis rap menjadi ikon budaya. Album tersebut menunjukkan Tuan Shakur pada kondisi mentah dan puitis terbaiknya, karena ia mencampurkan lagu-lagu komersial seperti 'California Love' dan '2 of Amerikaz Most Wanted' dengan lagu-lagu anthem yang memiliki kesadaran sosial seperti 'I Ain't Mad at Cha' dan 'Life Goes on'.

Album 'All Eyez on Me' debut di posisi pertama pada Billboard 200, dan hingga 2014, telah terjual lebih dari 10 juta salinan secara global. Pada saat kematiannya, Tuan Shakur juga telah membuktikan dirinya sebagai akteur yang menguntungkan. Pada tahun 1992, ia memperkenalkan perannya sebagai Bishop dalam film 'Juice' karya Ernest Dickerson, menggambarkan seorang remaja yang tidak stabil yang turun ke dalam parania dan kekerasan.

Tahun berikutnya, Tuan Shakur menunjukkan keberagamannya, membintangi sebagai Lucky yang berlandaskan bersama Janet Jackson dalam film 'Poetic Justice' karya John Singleton. Tuan Shakur berperani dalam tujuh film, tiga di antaranya — 'Bullet', 'Gridlock'd' dan 'Gang Related' — dirilis pasca kematian. Pengakuan dan kenaikan fama yang semakin meningkat terjadi saat Tuan Shakur berada pada persimpangan dalam kehidupan pribadinya.

Ia bergabung dengan Death Row Records milik Marion Knight, yang merilis album 'All Eyez on Me', setelah sebagian besar tahun 1995 ia menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Clinton di New York. Tuan Shakur telah dihukum pada tahun 1994 karena pelecehan seksual tingkat pertama. Pada November 1994, insiden di Studi Rekaman Quad di Manhattan menjadi katalisator utama yang memicu pertarungan antara hip-hop Pantai Barat dan Pantai Timur.

Tiga orang bersenjata menghadap Tuan Shakur di lobby studio, dan ia mengalami luka tembak lima kali saat sedang dirampok. Insiden ini menegaskan bahwa Tuan Knight, yang dikenal sebagai Suge, dan Tuan Shakur adalah rival dari Sean Combs dari Bad Boy Records dan Notorious B. I.

G. Pada awal 1996, Tuan Shakur merilis lagu 'Hit 'Em Up', yang mengandung lirik yang sangat pribadi yang ditujukan kepada sejumlah rapper termasuk Tuan Combs dan Notorious B. I.

G. Lagu ini dianggap luas sebagai salah satu lagu yang paling dipenuhi dengan vitriol dalam sejarah hip-hop. Dalam wawancara sebelumnya, Duane Keith Davis telah menyatakan bahwa salah satu asosiasi dari Tuan Combs menyediakan senjata yang digunakan dalam pembunuhan Tuan Shakur.