Kami bukan satu-satunya hewan yang suka merawat spesies lain. Studi baru menemukan bahwa akar memelihara hewan peliharaan mungkin tertanam dalam masa lalu primat kami.
Penelitian, yang diterbitkan dalam jurnal terkemuka, mendokumentasikan 17 spesies primadesa yang telah menunjukkan perilaku perawatan terhadap hewan peliharaan dan bahkan satwa liar lainnya. Observasi termasuk chimpanzee yang mencukur anjing yang terluka, kapucin yang membagikan makanan dengan burung peternakan, dan orangutan yang menyediakan tempat persembunyian untuk mamalia kecil di hutan lebat.
Para ahli mencsuggest bahwa interaksi ini mungkin mencerminkan keuntungan evolusioner: hewan yang membantu orang lain sering memperoleh ikatan sosial dan bantuan timbal balik. Meskipun manusia adalah pemilik hewan peliharaan yang paling banyak, studi ini menunjukkan bahwa masyarakat primadesa telah lama menerima konsep persahabatan di luar spesiesnya sendiri.
Temuan ini juga menimbulkan pertanyaan tentang kedalaman emosional primadesa. Dengan memberikan perawatan, mereka mungkin sedang menunjukkan empati dan pembelajaran sosial yang kompleks — karakteristik yang telah membentuk budaya manusia dan hubungan modern kami dengan hewan peliharaan.
Secara keseluruhan, studi ini menunjukkan bahwa insting merawat melebihi spesies kita, menunjukkan benang evolusioner yang dibagikan yang menghubungkan kita semua dengan dunia perawatan hewan.
Sumber: New York Times Top Stories · Diringkas oleh HeadlinesBriefing