Kartu merah yang diberikan kepada bek Brighton Pascal Struijk saat pertandingan melawan Sunderland telah dianulir setelah intervensi VAR. Keputusan tersebut menuai kritik, karena insiden itu dinilai sebagai keputusan yang keliru dari wasit Bramall, dan fakta bahwa keputusan itu datang melalui tinjauan video membuatnya semakin bermasalah.
Kartu merah karena menggagalkan peluang mencetak gol yang jelas melalui tinjauan video jarang terjadi, sebagian besar karena banyaknya faktor subjektif yang terlibat. Musim lalu, ada tiga pengusiran seperti ini: Dominik Szoboszlai dari Liverpool, Maxence Lacroix dari Crystal Palace, dan Marcos Senesi dari Bournemouth, meskipun insiden Senesi keliru ditolak di monitor.
Dalam kasus Struijk, terlalu banyak keraguan apakah Isidor akan mencapai bola lebih dulu dibandingkan Bart Verbruggen. Hal itu membuatnya menjadi peluang mencetak gol yang mungkin terjadi, bukan yang jelas. Mengingat ambang batas tinggi untuk intervensi VAR di Premier League, Bramall seharusnya tidak dikirim ke monitor sejak awal.
Bisa jadi penilaian Bramall terganggu ketika ia menuju layar, terutama karena ia tidak memberikan pelanggaran. Meski begitu, ini adalah jenis situasi di mana wasit seharusnya menolak saran VAR dan mempertahankan keputusan awalnya.
Sumber: BBC Sport Football · Diringkas oleh HeadlinesBriefing