Pemerintah Britain akan mengumumkan persetujuan pertambangan gas Jackdaw di Laut Laut Utara, pertama kali sejak moratorium 2024. Lembar tersebut terletak di Selat Skotlandia, diperkirakan mengandung 200 million barel minyak setara. Proyek yang dipimpin Adura (joint venture Shell dan Equinor) akan menghadapi kritik dari kelompok lingkungan yang mengklaim mengurangi komitmen iklim. Meanwhile, permohonan minyak Lapangan Rosebank masih dalam tinjauan. Perdana Menteri Andy Burnham, pembela transisi hijau, menghadap tekanan dari industri dan Presiden Trump untuk mengizinkan pertambangan. Pendukung mengutamakan keamanan energi, menyatakan Jackdaw dapat memenuhi 6% kebutuhan gas Britain dan memanaskan 1,4 juta rumah. Kritis berlawan, menyatakan hanya akan menutupi 2% permintaan dan fokus dari energi terbarukan. Keputusan ini datang di tengah gangguan energi global dari perang Iran dan biaya impor yang naik.
Pertanyaan yang Sering Diajabarkan: Mengapa Britain mengizinkan pertambangan gas baru meskipun tujuan iklim?
Jawaban: Pemerintah Britain berargumen bahwa perluasan produksi gas domestik esensial untuk keamanan energi, mengurangi ketergantungan pada impor, dan menstabilkan harga energi rumah tangga, terutama di tengah gangguan pasar global. Meskipun beralih ke energi terbarukan, gas alam masih krusial untuk pemanasan dan pembangkit listrik.
Sumber: New York Times Business · Diringkas oleh HeadlinesBriefing