HeadlinesBriefing favicon HeadlinesBriefing.com

Banker Gulf Mencari Deal Luar Negeri

Bloomberg Markets •
×

Tiga tahun yang lalu, IPO Gulf adalah pasar terpanas untuk banker global, tetapi pada 2026 volume sudah turun di bawah 1,1 miliar dolar, didorong oleh konflik regional dan penarikan yang lebih luas. Penurunan ini memaksa perusahaan seperti HSBC Holdings Plc dan EFG Hermes mengejar biaya di luar negeri, fokus pada Mesir, Turki, dan India. Volume listing Gulf kini lebih rendah daripada pasar yang lebih tenang seperti Afrika sub-sahara yang telah mengumpulkan 1,37 miliar dolar, dan celahnya akan semakin lebar setelah IPO Dangote Petroleum Refinery senilai 1,6 miliar dolar, IPO terbesar di Afrika.

Meskipun deal gabungan dan akuisisi didanai pemerintah di Gulf naik hampir 200% menjadi 300 miliar dolar pada pertengahan tahun, pipeline IPO tetap tidak pasti. HSBC beralih ke penjualan saham sekunder di Turki, mengumpulkan 1,6 miliar dolar pada 2026—dua kali lipat tahun sebelumnya—dan kini memimpin pasar dengan tujuh deal total 552 juta dolar. EFG Hermes mendalam terlibat dalam pekerjaan IPO di Mesir, termasuk potensi listing di Cairo untuk unit Mesir dari MNT‑Halan, unit unicorn fintech, dan telah memberikan nasihat untuk offering Banque du Caire dan Misr Life Insurance.

Emirates NBD, dulu sebagai bobot berat IPO Gulf, telah berekspansi ke India, membeli saham RBL Bank, dan mengatur listing Airtel Money di London. Eksekutif catat bahwa investor regional mencari eksposur global sambil emisor non-Gulf mengakses likuiditas Timur Tengah, menyoroti pergeseran strategis di tengah penurunan regional.