Model terbuka memiliki manfaat nyata, tetapi apakah manfaatnya lebih besar daripada risikonya? Anthropic baru-baru ini merilis laporan yang menyatakan bahwa model baru yang kuat dari perusahaan Tiongkok Z.ai menimbulkan risiko serangan siber yang besar. Kekhawatiran utamanya adalah model ini dapat diunduh dan dimodifikasi secara bebas oleh siapa saja. Peringatan ini menjadi titik panas terbaru dalam perdebatan tentang apakah model AI tercanggih harus terbuka atau tetap berada di balik pintu laboratorium terdepan.
Para pendukung keamanan memperingatkan bahwa model terbuka dapat disalahgunakan oleh pelaku jahat, sementara para pendukung berpendapat bahwa model tersebut dapat mencegah segelintir perusahaan menguasai teknologi yang kuat ini. Perdebatan ini lebih rumit daripada yang terlihat, dan merupakan bagian dari diskusi yang lebih luas tentang bagaimana AI seharusnya diatur seiring meningkatnya kemampuannya.
Di berita teknologi lainnya, serangan siber membuat lemari pendingin di ratusan supermarket Prancis menjadi terlalu panas, dengan suhu mencapai 120°F, merusak makanan dan memicu kebakaran. Serangan ini memicu kekhawatiran tentang ancaman siber terhadap ketahanan pangan.
Sementara itu, Fervo Energy, salah satu dari 10 Perusahaan Teknologi Iklim yang Patut Diperhatikan pada 2026 versi MIT Technology Review, ingin memperluas panas bumi melampaui beberapa lokasi tempat teknologi ini secara tradisional layak dijalankan. Perusahaan ini menggunakan pengeboran horizontal dan perekahan hidraulik untuk membuka jalur melalui batuan bawah tanah. Dengan penawaran umum senilai 2,2 miliar dolar AS dan perjanjian yang diperluas dengan Google, perusahaan berencana membangun pembangkit yang lebih besar dan menekan biaya. Pertanyaannya adalah apakah pendekatannya dapat berhasil di luar Utah dan Nevada.
Sumber: MIT Technology Review · Diringkas oleh HeadlinesBriefing