Ketua FCC Brendan Carr telah mengeluarkan peringatan kepada pemancar siaran untuk tidak menyiarkan "survei palsu" yang dikaitkan dengan mantan Presiden Donald Trump. Peringatan ini mengikuti kekhawatiran tentang Wedgewood Polling, sebuah perusahaan tanpa kredensial formal yang ditambahkan ke aggregator survei utama seperti The New York Times, Fifty Plus One, dan Vote Hub. Meskipun tidak memiliki riwayat atau data nyata, Wedgewood diperlakukan sebagai sumber berita yang sah.
Carr menekankan bahwa ia menggunakan otoritas FCC terhadap pemancar yang berlisensi, bukan terhadap media yang tidak berlisensi. Aggregator Fifty Plus One, The New York Times, dan Vote Hub mengklaim mereka telah memverifikasi Wedgewood sebelum dimasukkan. Fifty Plus One menyatakan bahwa mereka sedang mempersiapkan untuk mengungkapkan penipuan dan telah meminta komentar dari Wedgewood, yang justru memposting pernyataan publik mengakui memalsukan data.
The New York Times dan Vote Hub membela penggabungan mereka terhadap survei-survei tersebut. Vote Hub memberikan Wedgewood nilai D setelah berbicara dengan "penyelidik utama"-nya. The New York Times memperbarui halaman survei mereka dengan pernyataan terkait Wedgewood.
Situasi ini menyoroti ketegangan yang berlanjut antara badan pengawas dan integritas data survei di lanskap media saat ini.
Sumber: Ars Technica · Diringkas oleh HeadlinesBriefing