Saham Jepang turun di awal perdagangan, dengan Nikkei turun 2,2% karena kekhawatiran terus meningkat tentang biaya energi yang terus membebani sentimen. Penurunan itu didorong utamanya oleh melemahnya saham chip dan bank, yang mencerminkan kerugian malam Amerika Serikat pada saham teknologi. Investor tetap waswas terhadap ketidakpastian berkelanjutan tentang harga energi global dan potensial dampaknya terhadap profitabilitas perusahaan. Penurunan pasar mencerminkan perilaku risk-off yang lebih luas, di mana pedagang menyesuaikan posisi mereka sebagai respons terhadap tekanan makozenech. Meskipun tidak ada katalize domestik besar yang dilaporkan, koreasi dengan pergerakan pasar AS menekankan keterhubungan pasar saham global. Para analis mencatat bahwa volasi energi berkelanjutan dapat semakin melemahkan kepercayaan investor dalam jangka pendek.
Indeks Nikkei 225 ditutup lebih rendah, dengan sektor semiconadur dan finansia di antara penurunan terbesar. Pedagang memantau tanda-tanda intervensi politik atau data yang mungkin stabilkan sentimen. Kinerja yen terhadap dolar juga tetap menjadi variabel penting bagi perusahaan ekspor.
Sumber: Wall Street Journal Markets · Diringkas oleh HeadlinesBriefing