Presiden Trump mengkritik Presiden Volodymyr Zelensky karena menyetujui serangan Ukraina terhadap pabrik pengolahan minyak Rusia, dan mendorongnya untuk menghentikan serangan tersebut. Sebagai tanggapan, Zelensky menyatakan bahwa Ukraina akan menghentikan operasi semacam itu hanya jika Rusia juga menghentikan serangan-serangannya terhadap infrastruktur energi Ukraina. Pertukaran ini menyoroti ketegangan yang berkelanjutan terkait sasaran fasilitas energi dalam perang Rusia-Ukraina, dengan kedua pihak saling menyalahkan satu sama lain karena eskalasi konflikt.
Meskipun ada tekanan dari AS, Kiev menegaskan bahwa tindakannya bersifat defensif dan proporsional, bertujuan untuk merusak kemampuan Rusia untuk mengisi mesin perangnya dengan bahan bakar. Artikel tersebut menyatakan bahwa komentar Trump datang di tengah upaya diplomatik yang lebih luas untuk bernegosiasi gencatan senjata, meskipun Ukraina menekankan bahwa setiap jeda harus saling adil dan dapat diverifikasi. Pemerintah Zelensky telah secara konsisten berargumen bahwa menyerang pabrik pengolahan minyak Rusia adalah taktik militer yang sah untuk melemahkan logistik musuh.
Situasi ini menekankan kompleksitas menyelaraskan inisiatif diplomasi AS dengan realitas medan perang dan kebutuhan keamanan Ukraina.
Sumber: New York Times Top Stories · Diringkas oleh HeadlinesBriefing