HeadlinesBriefing favicon HeadlinesBriefing.com

AS Incar Saham di Minyak Venezuela

Bloomberg Markets •
×

Meskipun Venezuela bukan lagi kekuatan minyak seperti dulu, negara ini masih memiliki salah satu cadangan minyak bumi terbesar di dunia. Sejak Amerika Serikat menyingkirkan Presiden saat itu Nicolás Maduro pada 3 Januari, AS telah membangun kembali hubungan diplomatik dan kini bekerja sama dengan pemerintah interim yang dipimpin oleh Delcy Rodríguez di Caracas. Namun, hubungan ini datang dengan banyak syarat: Presiden AS Donald Trump menyebut Venezuela sebagai "negara bagian ke-51" dan mengatakan AS akan "membangun kembali" industri minyak negara itu, yang saat ini produksinya tidak memadai.

Pada 27 Agustus, Bloomberg melaporkan bahwa AS sedang dalam pembicaraan dengan Venezuela untuk mengakuisisi saham signifikan di ladang minyaknya. Ini akan sangat memperluas kendali AS yang sudah cukup besar atas industri dan pendapatannya. Di bawah ini, kami menjelaskan apa yang perlu Anda ketahui tentang cadangan minyak Venezuela dan bagaimana AS mencari akses ke sana.

Perkembangan ini menandai pergeseran besar dalam hubungan AS-Venezuela, dari konfrontasi ke keterlibatan langsung di sektor ekonomi kunci negara itu. Kesepakatan potensial dapat membentuk kembali pasar minyak global dan memberi Washington pengaruh yang belum pernah terjadi sebelumnya atas kebijakan energi Venezuela. Untuk saat ini, negosiasi masih berlangsung, dan detail masih sedikit.

Tetapi implikasinya jelas: AS memposisikan diri untuk memainkan peran sentral dalam masa depan minyak Venezuela, dengan konsekuensi yang luas bagi kedua negara. Entitas Kunci: Orang: Nicolás Maduro, Delcy Rodríguez, Donald Trump | Lokasi: Venezuela, Caracas, AS.