Sebuah survei baru Pew Research Center di 37 negara menemukan bahwa di sebagian besar negara dengan data tren, proporsi masyarakat yang percaya media sosial buruk bagi demokrasi telah meningkat secara signifikan dari 2022 atau 2023 hingga sekarang. Pandangan sangat negatif di United States, di mana 64% orang dewasa mengatakan media sosial buruk bagi demokrasi.
Laporan tersebut mensurvei 42,151 orang di 36 negara, termasuk Argentina, Australia, Bangladesh, Brazil, Canada, France, Germany, India, Indonesia, Japan, Kenya, Mexico, Nigeria, Pakistan, the Philippines, South Africa, South Korea, Spain, Turkey, the United Kingdom, dan lainnya. Wawancara dilakukan dari 8 Februari hingga 13 Mei 2026.
Di negara-negara seperti Germany, Japan, Hungary, Poland, Indonesia, the Netherlands, Sweden, France, Spain, the U.K., Canada, dan Greece, persentase yang mengatakan media sosial adalah "hal buruk" bagi demokrasi meningkat tajam dibandingkan survei sebelumnya. Misalnya, di Germany, 61% sekarang mengatakan itu buruk, naik dari 41% pada tahun 2022.
Penelitian ini membantu masyarakat, media, dan pengambil keputusan memahami topik-topik penting tentang demokrasi dan dampak teknologi baru seperti media sosial dan kecerdasan buatan.
Sumber: Hacker News · Diringkas oleh HeadlinesBriefing