PostEra, perusahaan dari Y Combinator W20, menggambarkan dirinya sebagai biotek yang mengutamakan AI. Perusahaan ini menggunakan Proton, platform AI-nya untuk kimia medisinal, guna mempercepat penemuan obat baru. Perusahaan mengembangkan pipeline internal yang berfokus pada kesehatan wanita dan kesuburan, dan telah menggunakan Proton untuk mengajukan beberapa kandidat klinis di bidang PMOS dan kesuburan.
PostEra juga mengembangkan program molekul kecil melalui kemitraan dengan perusahaan farmasi. Perusahaan melaporkan telah menutup kemitraan AI senilai lebih dari $1 miliar, termasuk 4 perjanjian multi-tahun dengan Pfizer dan Amgen. Perusahaan ini juga memimpin pusat penemuan obat antivirus untuk kesiapsiagaan pandemi, yang didanai oleh salah satu hibah terbesar dalam sejarah NIH.
Struktur organisasi perusahaan sengaja dibuat minimalis. Perusahaan mengutamakan kompensasi yang proporsional dan pengakuan internal, termasuk promosi yang berarti, serta menekankan kolaborasi lintas disiplin yang bertujuan menghadirkan penyembuhan bagi pasien.
Posisi yang dibuka berfokus pada pengembangan lini riset agentik. Kandidat yang direkrut akan menggunakan sistem agentik untuk mengotomatisasi pengembangan model mekanistik proses biokimia dan fisiologis, serta menganalisis data biologis untuk validasi target. Pekerjaan ini mencakup metode machine learning yang beradaptasi dengan masalah penemuan obat baru dari data berlabel yang terbatas, dengan fokus khusus pada in-context learning untuk data molekuler dan tabular serta foundation model yang dibangun dari data multimodal milik PostEra. Pengalaman sebelumnya dalam penemuan obat tidak wajib, tetapi kandidat harus termotivasi untuk mempelajari bidang ini dan bekerja erat dengan ahli kimia medisinal dan ahli kimia komputasi.
Sumber: Hacker News · Diringkas oleh HeadlinesBriefing