Mata uang Asia bergerak stabil terhadap dolar AS menjelang rilis data indeks harga konsumen (CPI) Amerika Serikat yang dijadwalkan hari ini.
Para trader di kawasan ini bergerak hati-hati sambil menunggu angka inflasi tersebut, yang dicermati ketat untuk mencari petunjuk tentang langkah berikutnya dari Federal Reserve terkait suku bunga. Pergerakan mata uang tergolong moderat karena investor memilih mempertahankan posisi ketimbang mengambil risiko baru.
Angka CPI yang lebih kuat dari perkiraan dapat memperkuat dolar dan menekan mata uang regional, sementara angka yang lebih lemah dapat memberi ruang bagi mata uang tersebut untuk pulih. Para analis menilai hasilnya kemungkinan akan membentuk ekspektasi kebijakan moneter di Amerika Serikat maupun Asia.
Desk pasar The Wall Street Journal akan terus memantau pergerakan mata uang seiring rilis data dan perkembangan reaksi pasar.
Sumber: Wall Street Journal Markets · Diringkas oleh HeadlinesBriefing