HeadlinesBriefing favicon HeadlinesBriefing.com

Intelijen AS Peringatkan Pencurian China atas F-35

New York Times Top Stories •
×

Laporan internal, termasuk satu dari Defense Intelligence Agency Pentagon, menyatakan China dapat memperoleh teknologi jet AS melalui spionase atau kerja sama dengan Arab Saudi. Sebuah jet F-35 terlihat tahun lalu. Arab Saudi dan Amerika Serikat memiliki sejarah kerja sama militer selama puluhan tahun, dan kerajaan tersebut sejauh ini merupakan pembeli terbesar senjata dan peralatan pertahanan Amerika.

Edward Wong dan Dustin Volz Edward Wong adalah mantan koresponden perang Irak dan kepala biro Beijing yang telah menulis buku tentang China. Dustin Volz melaporkan teknologi dan spionase dari Washington. 16 September 2026 Diperbarui pukul 19.14 ET Pejabat intelijen AS telah menyatakan kekhawatiran dalam laporan internal tentang kemungkinan spionase China terkait penjualan tertunda puluhan jet tempur F-35 canggih ke Arab Saudi senilai 24 miliar dolar, menurut pejabat Amerika.

Analis intelijen telah mengangkat kemungkinan bahwa China dapat memperoleh teknologi jet F-35 melalui spionase di Arab Saudi atau melalui kemitraan militer dan keamanannya dengan kerajaan tersebut, kata pejabat AS. Seorang pejabat mengatakan sebuah laporan rinci yang dikeluarkan Defense Intelligence Agency Pentagon beberapa bulan lalu membahas akses militer China ke pangkalan Saudi dan penggunaan teknologi China oleh Arab Saudi dalam infrastruktur telekomunikasinya. Pejabat itu mengatakan laporan tersebut juga mempertanyakan apakah Amerika dan Saudi akan mampu mempertahankan lokasi aman untuk teknologi F-35.

Laporan itu telah beredar di antara beberapa lembaga pemerintahan dan kantor kongres, begitu pula penilaian dari kantor intelijen lain. D.I.A. mengeluarkan laporan yang lebih umum pada musim gugur 2025 tentang risiko serupa ketika pemerintahan sedang membahas kemungkinan penjualan tersebut, The New York Times melaporkan saat itu. Presiden Trump kemudian mengumumkan penjualan itu sehari sebelum menjamu Putra Mahkota Mohammed bin Salman, pemimpin de facto Arab Saudi, di Gedung Putih pada November.

Entitas Utama: Perusahaan: Defense Intelligence Agency, Lockheed Martin, The New York Times | Orang: Edward Wong, Dustin Volz, Trump, Mohammed bin Salman | Lokasi: Saudi Arabia, China, Washington, United Arab Emirates, Israel, Yemen, Iran