Duta Besar Amerika Serikat di Perserikatan Bangsa-Bangsa Serikat menyatakan pada hari Kamis bahwa konflik dengan Iran bisa terjebak selama periode yang panjang, meskipun berdampak pada harga bahan bakar global. Hal ini terjadi ketika pasar global menjual di tengah ketakutan akan pengeluaran AI, dan warga Brasil yang bersiap untuk memilih pada akhir pekan ini dalam perlombaan presiden yang ketat. Roula Khalaf, Editor Financial Times, menyoroti sikap AS dalam newsletter mingguannya, menyatakan bahwa situasi yang berkepanjangan menambahkan lapisan ketidakpastian ke pasar yang sudah tidak stabil.
Pengamatannya dari duta besar menunjukkan pendekatan kesabaran strategis, yang mengutamakan saluran diplomasi di atas eskalasi militer, bahkan ketika risiko lonjakan harga di pasar energi masih ada. Di sisi lain, perhatian beralih ke pemilu Brasil, di mana Lula beralih ke video selfie untuk perlawanan, dan Flavio Bolsonaro, keturunan dari dinasti politik, mengincar kemenangan. Dalam berita keuangan, bank-bank Inggris bereaksi terhadap kemungkinan kenaikan pajak dari Menteri Keuangan John Healey, sementara perusahaan farmasetik Barat menghadapi kekhawatiran keamanan saat uji coba manusia cepat di Tiongkok menarik minat mereka.
Financial Times News Briefing, yang diproduksi oleh Sonja Hutson, Saffeya Ahmed, dan Josh Gabert-Doyon, mencakup perkembangan ini termasuk penjualan Meta yang menurunkan saham teknologi AS akibat ketakutan akan pengeluaran AI.
Sumber: Financial Times Companies · Diringkas oleh HeadlinesBriefing