Tiga Saudis Tewas pada Serangan Huti di Bandar Udara Riyadh, ratusan penerbangan dibatalkan, beberapa maskapai menghentikan layanan. Serangan pertama pada Jumat menargetkan fasilitas Bandar Udara Internasional Raja Khalid, menurut Otoritas Umum Penerbangan Saudia. Serangan kedua menargetkan pesawat maskapai bendera Saudia, di mana salah satu dari tiga orang Saudis yang tewas diidentifikasi sebagai pilot Hamoud al-Kalthami.
Ini adalah pertama kali kematian warga Saudia sejak perang membara di Juli. Pernyataan Otoritas Penerbangan dan maskapai tidak mengidentifikasi orang yang bertanggung jawab, tetapi kelompok Huti menargetkan Bandar Udara dengan missile balistik dan cruise missile pada Jumat, menurut pembicarah militer kelompok Brig Gen Yahya Saree. Mayor Jenal Turki al-Maliki, pembicarah koalisi yang dipimpin oleh Arab Saudi, mengatakan pada Jumat bahwa tiga pad peluncuran missile yang digunakan oleh Huti telah dihancurkan. “Serangan Huti terhadap warga sipil dan objek sipil akan mendapat respons yang tegas”, tambahnya.
Layanan carrier Saudia di Bandar Udara Raja Khalid kembali beroperasi pada Jumat dan berjalan sesuai ekspektasi, menurut penyedia data Flightradar24. Namun, penerbangan yang dioperasikan maskapai asing—termasuk Qatar Airways, Turkish Airlines dan Flydubai—dibatalkan. Maskapai termasuk Lufthansa, Air India dan Singapore Airlines mengumumkan bahwa mereka menghentikan penerbangan ke Riyadh setelah serangan.
Banyak maskapai luar negeri besar termasuk British Airways dan Air France belum pernah merekomendasikan layanan ke negara ini sejak AS dan Israel Februari memulai perang melawan Iran. Minggu ini, seorang Sudan laki-laki tewas dan tujuh orang lain terluka pada serangan Bandar Udara Raja Khalid, menurut otoritas penerbangan Saudia. Dua wanita tewas dan 30 orang terluka pada serangan lain ke Bandar Udara Abha di barat laut kerajaan pada Selasa.
Kelompok Huti meningkatkan serangan terhadap Arab Saudi dalam beberapa pekan terakhir setelah mengumumkan blokade maritim terhadap kerajaan pada Juli.
Sumber: Financial Times Companies · Diringkas oleh HeadlinesBriefing